Friday, June 5, 2015

Untitled

Hei sobat
Apa kabar kau disana?
Aku akan sangat bahagia bila mendengar kabarmu baik-baik saja
Bagaimana kabar anak-anakmu?
Pasti ia cantik dan lucu kan?
Apa mereka suka berlari kesana kesini tanpa kenal lelah?
Ahh, aku tidak sabar ingin bermain dengan mereka dan bercengkrama dengan istrimu.
Aku masih sangat ingat, dulu kau selalu bercerita jika ingin memberi nama senja untuk putri cantikmu nanti.
Oiya sobat, bagaimana kabar "dia", wanita yang pernah begitu sangat kamu perjuangkan?
Kamu masih ingat kan? Memang sudah agak lama berlalu.
Dia sudah menikah juga? Atau kamu yang telah menikahinya?
haha
Mungkin kamu tertawa saat aku menanyakan itu.
Kedengaran agak konyol tapi harus aku katakan cinta bisa datang dari orang yang tak pernah kamu duga sekalipun.
Aku benar-benar tak sabar menunggu surat balasan darimu untuk mengetahui itu.
Semoga dia baik-baik saja.
 
 
Hei sobat
Aku ingin kamu menjaga baik apa yang kamu punya saat ini, karena aku begitu sulit memdapat semua.
Apa kau ingat, saat air mata, keringat dan setitik kecil harapan begitu nyata. 
Semoga kamu telah bahagia menikmati itu.
 
 
Hei sobat
Aku sangat mengenalmu, tiap detail jalan pikiran dan isi kepalamu. 
Aku tahu semua rencana-rencana hidup mu. 
Agak tidak masuk akal memang, semoga kamu bisa melanjutkan itu.
Aku sangat khawatir memikirkanmu. 
Aku takut semua perbuatanku begitu membebanimu. 
Kadang ada sedikit tetes air mata saat aku berdoa untukmu. 
Percayalah selalu ada namamu di doaku, semua untuk kebaikanmu, anak dan istrimu kelak, juga kehidupanmu nanti.
 
 
Hei sobat
Kamu belum lelah kan menjalani ini?
Bukankah kita pernah melewati masa paling pahit sekalipun.
Dahulu kita memberi seulas senyum untuk menutupi kesedihan kita, semoga sekarang kamu bisa benar-benar mengerti makna senyum sebenarnya. 
Bukan hanya sekedar penyamar raut muka.
Allah tak pernah bosan mendengar doa kita sobat, hanya kita yang terlalu angkuh dan sungkan meminta kepada-Nya.
Semoga kamu masih sama, masih suka mengadu kepada-Nya, bercerita tentang kegelisahannmu di tepian malam.
Jangan pernah jadi makhluk angkuh sobat.
 
 
Hei sobat
Apa istrimu menanyakan tentangku?
Ceritakanlah segalanya tentang ku, aku akan senang mendengar itu.
Tentang masa lalu, tentang mimpi-mimpi juga tentang rasa kecewa yang semakin menguatkanmu.
Apa anak-anakmu juga menanyakanku?
Semoga mereka bangga mendengar cerita-cerita tentangku.
Aku sungguh ingin memeluk mereka.
Semoga mereka bangga mempunyai ayah sepertimu.
Aku begitu ingat, saat kamu mengatakan bahwa cita-citamu begitu sederhana, kamu hanya ingin membahagiakan anak-anakmu smpai mereka berkata, "aku bangga memiliki sosok ayah seperti ayah".
Kamu masih ingat kan sobat, aku selalu berkata bahwa terlalu lelah jika hidup hanya mengejar harta dan kekayaan. 
Mungkin kamu lebih dewasa dari aku, tapi aku hanya ingin mengingatkan itu.
Jika kamu sudah bahagia manjalanin hidup, itu sudah lebih dari cukup dari harta dan kemewahan.
 
 
Hei sobat
Aku begitu lama menunggu mu, masih sangat lama kita bertemu.
Aku berjanji akan berusaha melewati masa-masa ini.
Sampai bertemu denganmu, bermain dengan anak-anakmu dan bercerita banyak dengan istrimu.
Cukup sampai disini sobat, tak perlu kamu khawatirkan, pecayakan semua padaku dan aku akan berbuat semampuku.

 
 
 
Salam hangat, 
Untuk kamu yang selalu aku tunggu, aku dimasa depan.